원문정보
초록
영어
The current study was aimed to examine the Indonesian English as a foreign language (EFL) teachers' digital creativity and its relation to their instructional creativity. Using a survey design, the study collected the quantitative data from 422 EFL teachers across the Indonesian primary and secondary school levels. The data collected were analysed using the Rasch-based regression method. Results found that almost half of the participants had a low level of digital creativity, particularly in terms of creating digital content or products, using digital applications to create school-activity-related podcasts and attending digital courses. Low levels of instructional creativity were also found among the teachers. Teachers acknowledged that they had little success in integrating various teaching methods in the classroom and allowing students to evaluate their own learning process. Multiple regression analyses revealed that teachers' digital creativity and age could be associated with their instructional creativity, while gender and school level did not indicate any association. The study emphasises the need to increase digital creativity and instructional creativity of teachers through technology-based training, as it was observed that a substantial number of Indonesian teachers possessed limited digital creativity and exhibited difficulty in combining instructional methods and promoting student assessment in the classroom.
기타언어
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kreativitas digital guru Bahasa Inggris di Indonesia dan kaitannya dengan tingkat kreativitas mengajar mereka. Dengan menggunakan desain survey penelitian ini mengumpulkan data kuantitative dari 422 guru Bahasa Inggris pada tingkat sekolah dasar dan menengah di Indonesia. Data yang terkumpul kemudian dianalisa menggunakan metode regresi berbasis Rasch. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa hampir separuh partisipan memiliki tingkat kreativitas digital yang rendah, khususnya dalam menciptakan konten atau produk digital, menggunakan aplikasi digital untuk menciptakan podcast terkait dengan materi pembelajaran, serta kurangnya menghadiri pelatihan digital. Hal yang sama juga ditemukan dalam hal rendahnya kreativitas instruksional dikalangan guru. Penemuan ini memperlihatkan bahwa guru kurang berhasil dalam mengintegrasikan beragam metode pembelajaran dalam kelas dan kurang dapat membantu siswa dalam mengevaluasi kegiatan belajar mereka. Hasil Analisa regresi ganda menemukan dua faktor yang mempengaruhi kreativitas instruksional guru, yaitu faktor kreativitas digital dan faktor umur. Sedangkan faktor jenis kelamin dan level mengajar guru tidak dapat memprediksi kemampuan kreativitas guru. Hasil penelitian ini menekankan pentingnya pelatihan teknologi dalam meningkatkan kreativitas digital dan kreativitas instruksional guru Bahasa Inggris di Indonesia. Hal ini disebabkan banyaknya guru yang memiliki keterbatasan dalam hal kreativitas digital dan kesulitan dalam mengkombinasikan metode instruksional dan membantu asesmen siswa di kelas.
목차
Introduction
Literature Review
Method
Data Collecting Instruments and the Procedure
Data Analysis and the Procedure
Findings
Descriptive Statistics and the Result of the Instrument Reliability Analysis
Teachers’ Level of Digital Creativity and Instructional Activity Across Demography
The Association of Digital Creativity and Demographic Aspects to Teachers’ Instructional Creativity
Discussion
Conclusions and Limitations
Acknowledgment
The Authors
References
